Wikiherbal

Daun Kelor
Moringa oleifera Lamk.
Habitat Hidup
Kelor dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai dengan 1.000 mdpl. Penyebaran kelor menyebar mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat.
Manfaat dan Kegunaan
Di Indonesia, daun kelor banyak dimanfaatkan untuk bahan masakan dan juga sebagai obat herbal. Dalam hal nutrisi, tanaman ini memiliki kadar vitamin C dan kalium yang tinggi. Karena kandungan vitamin C yang tinggi, kelor juga berkhasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, berkat kandungan vitamin C yang tinggi, daun kelor dapat membantu penyerapan zat besi dari makanan maupun suplemen. Tanaman kelor sendiri juga mengandung zat besi. Oleh karena itu, daun kelor bisa menjadi pilihan makanan bagi penderita anemia, khususnya yang disebabkan oleh kekurangan zat besi.
Selain itu, kelor juga memiliki sifat antibakteri yang bisa menghambat pertumbuhan berbagai bakteri, seperti Escherichia coli, Streptococcus aureus, dan Streptococcus pneumonia, yang dapat menyebabkan infeksi di saluran pencernaan, kulit, serta paru-paru.
Penggunaan daun kelor untuk meningkatkan daya tahan tubuh; Untuk mendapatkan manfaatnya dengan maksimal, Anda bisa mengonsumsi daun kelor dengan cara diolah menjadi sayur bening, dioseng dengan cumi, atau ditumis dengan tempe dan ikan teri.
Untuk mengolah menjadi rebusan: Bahan: 2 genggam daun kelor, 1 genggam meniran, 4 gelas air. Cara pembuatan: Daun kelor dan meniran dicuci bersih. Kemudian rebus air hingga mendidih, kecilkan api dan rebus daun kelor dan meniran sampai tersisa air 2 gelas. Kemudian matikan api dan saring. Cara penggunaan: Ramuan diminum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.
Baca artikel wikiherbal lainnya
Temukan ragam manfaat ramuan herbal alami untuk kebugaran—
Personalized Jamu